Dengan keterbatasan yang ada, mereka bergotong royong membangun lima ruang belajar darurat agar anak-anak tetap dapat mengikuti pembelajaran.
“Setelah gedung runtuh, kami bersama komite dan orang tua membangun lima ruang darurat supaya anak-anak tetap belajar. Kondisinya memang masih terbatas, tetapi kami berusaha agar proses pembelajaran tetap berjalan.” jelasnya.
Saat ini SD Inpres Oepula melayani 78 murid dengan dukungan 11 orang guru.
Wellem berharap pembangunan gedung baru dapat berjalan sesuai jadwal dan seluruh fasilitas yang dibangun sudah dapat digunakan pada Oktober 2026.
Menurutnya, kehadiran gedung baru akan memberikan rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik bagi guru maupun murid dalam menjalankan proses pembelajaran.
Orang Tua Ikut Menjaga Pendidikan Tetap Berjalan
Ketua Komite SD Inpres Oepula, Simon Kause, mengatakan para orang tua ikut mengambil bagian ketika sekolah berada dalam kondisi darurat.
Bersama komite sekolah, mereka membantu membangun ruang-ruang darurat agar anak-anak tetap bisa belajar meskipun fasilitas yang tersedia sangat terbatas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








