Namun, harapan mulai terlihat. Dari gedung lama yang runtuh, lima ruang darurat yang dibangun melalui gotong royong, hingga hadirnya program revitalisasi dengan nilai bantuan Rp2.308.118.000, perjalanan SD Inpres Oepula menjadi gambaran tentang bagaimana pendidikan tetap bertahan di tengah keterbatasan.
Sebanyak 78 murid dan 11 guru kini menunggu selesainya pembangunan.
Oktober mendatang menjadi waktu yang dinantikan. Jika pembangunan berjalan sesuai target, ruang-ruang baru tersebut akan segera digunakan.
Bagi SD Inpres Oepula, gedung baru itu bukan sekadar bangunan. Di sana ada harapan agar anak-anak yang pernah belajar dalam ruang darurat dapat kembali belajar dengan rasa aman, nyaman, dan layak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








