Evie juga berharap agar ekosistem literasi di sekolah terus tumbuh. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama mendukung pengembangan literasi di SMPN Satap Boentuka.
Dari sisi peserta didik, kebanggaan juga dirasakan oleh Ester Kollo, salah satu siswa yang turut berkontribusi dalam antologi tersebut. Ia bersama 49 siswa lainnya berhasil melihat tulisannya dibukukan untuk pertama kalinya.
“Saya sangat bangga. Ini pengalaman yang tidak terlupakan,” katanya.
Ester Kollo mengaku akan terus membaca dan menulis, karena merasa dukungan dari sekolah dan bimbingan guru sangat membantu dalam mengembangkan kemampuannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan para guru yang telah membimbing mereka hingga mampu menghasilkan karya.
“Walaupun tulisan kami masih sederhana, tetapi ini sangat menginspirasi kami untuk terus belajar dan berkarya,” tuturnya.
Dengan terbitnya antologi cerpen tersebut, SMP Negeri Satap Boentuka menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh dan berkembang di mana saja, selama ada komitmen, kolaborasi, dan ruang untuk berkarya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
