Melalui kegiatan tersebut, tim PKM juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif jajanan sehat bagi anak-anak. Di tengah maraknya makanan ringan yang mengandung pewarna dan pemanis buatan, masyarakat diajak memproduksi makanan berbahan alami yang lebih sehat, bergizi, aman dikonsumsi, serta tetap memiliki cita rasa yang disukai anak-anak.
Ketua Tim Mahasiswa KKNT, Gibran Hayong, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui potensi yang dimiliki desa.
“Kami melihat Desa Binaus memiliki potensi pangan lokal yang sangat baik. Karena itu kami menghadirkan pelatihan sederhana namun bermanfaat agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, dapat mengembangkan kreativitas mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat, bergizi, sekaligus memiliki peluang usaha,” ungkapnya.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Desa Binaus mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka mempraktikkan pembuatan berbagai produk olahan pangan lokal, di antaranya; stick ubi ungu, puding ubi ungu, bola-bola energi ubi ungu, perkedel pisang luan, serta sambal kulit pisang luan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









