Selain mempraktikkan pengolahan makanan, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengemasan produk dan pembuatan label agar hasil olahan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tim mahasiswa bahkan menyiapkan contoh desain label produk sebagai inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha rumahan yang lebih modern.
Salah satu keunggulan pelatihan ini adalah penerapan konsep pemanfaatan bahan pangan secara maksimal (zero waste). Buah pisang dimanfaatkan sebagai bahan utama perkedel, sedangkan kulitnya diolah menjadi sambal yang kaya cita rasa dan bernilai gizi. Demikian pula ubi ungu yang diolah menjadi tiga produk sekaligus, yaitu stick ubi ungu, puding ubi ungu, dan bola-bola energi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah secara kreatif, ekonomis, ramah lingkungan, dan tetap mempertahankan kandungan gizinya.
Produk stick ubi ungu, puding ubi ungu, dan bola-bola energi menjadi olahan yang paling diminati peserta karena tampilannya menarik, rasanya disukai anak-anak, serta menggunakan warna alami tanpa tambahan pewarna buatan. Sementara itu, inovasi perkedel pisang luan dan sambal kulit pisang luan juga mendapat apresiasi karena membuktikan bahwa seluruh bagian bahan pangan dapat dimanfaatkan menjadi makanan yang lezat dan bergizi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
