Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa Institut Pendidikan Soe Dorong Inovasi Pangan Lokal Bergizi Melalui KKNT dan PKM di Desa Binaus

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
ce1dc043 f06c 4312 9660 8b2c1bf0ced8

Selain mempraktikkan pengolahan makanan, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengemasan produk dan pembuatan label agar hasil olahan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tim mahasiswa bahkan menyiapkan contoh desain label produk sebagai inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha rumahan yang lebih modern.

Salah satu keunggulan pelatihan ini adalah penerapan konsep pemanfaatan bahan pangan secara maksimal (zero waste). Buah pisang dimanfaatkan sebagai bahan utama perkedel, sedangkan kulitnya diolah menjadi sambal yang kaya cita rasa dan bernilai gizi. Demikian pula ubi ungu yang diolah menjadi tiga produk sekaligus, yaitu stick ubi ungu, puding ubi ungu, dan bola-bola energi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah secara kreatif, ekonomis, ramah lingkungan, dan tetap mempertahankan kandungan gizinya.

Produk stick ubi ungu, puding ubi ungu, dan bola-bola energi menjadi olahan yang paling diminati peserta karena tampilannya menarik, rasanya disukai anak-anak, serta menggunakan warna alami tanpa tambahan pewarna buatan. Sementara itu, inovasi perkedel pisang luan dan sambal kulit pisang luan juga mendapat apresiasi karena membuktikan bahwa seluruh bagian bahan pangan dapat dimanfaatkan menjadi makanan yang lezat dan bergizi.

Baca Juga :  The IPS RECTOR'S CUP 2026: Ajang Lahirnya Generasi Muda TTS yang Kritis dan Percaya Diri
  • Bagikan