Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah tentang membuka jendela dunia, membangun mimpi, dan menumbuhkan harapan. Di SMA Negeri Matpunu, saya melihat bagaimana literasi menjadi alat untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat karakter dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang lebih baik.
Saya juga belajar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkembang. Justru dalam kondisi yang serba terbatas, sering kali lahir semangat dan kreativitas yang luar biasa. Kepala sekolah, para guru, dan peserta didik di SMA Negeri Matpunu telah menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh komitmen, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar.
Saat kegiatan pendampingan berakhir, saya meninggalkan sekolah tersebut dengan perasaan haru sekaligus bangga. Haru karena menyaksikan perjuangan luar biasa yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah setiap hari. Bangga karena melihat bahwa di pelosok Timor Tengah Selatan, ada sekolah yang terus berjuang menyalakan cahaya pendidikan dan literasi bagi generasi muda.
SMA Negeri Matpunu mengajarkan kepada saya bahwa harapan selalu ada, bahkan di tempat-tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Semangat para siswa yang menempuh perjalanan panjang, dedikasi para guru yang melayani tanpa mengenal lelah, serta kepemimpinan inspiratif Bapak Binerd Toy menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tumbuh dan berkembang di mana saja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
