Menurutnya, keberadaan Bunda Literasi dan Pokja Bunda Literasi harus mampu menjadi penggerak, motivator, sekaligus jembatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, taman bacaan masyarakat, komunitas literasi, dan masyarakat luas.
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin strategis disepakati bersama sebagai fokus program kerja ke depan, antara lain:
1. Menguatkan kapasitas pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan program literasi berbasis kebutuhan masyarakat.
2. Menghidupkan kembali perpustakaan desa dan kelurahan sebagai pusat belajar masyarakat yang mudah diakses oleh semua kalangan.
3. Mendorong revitalisasi perpustakaan sekolah agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi ruang belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.
4. Membangun budaya membaca sejak usia dini melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
5. Mendorong lahirnya karya-karya tulis dari peserta didik, guru, dan masyarakat sebagai bagian dari gerakan literasi produktif di Kabupaten TTS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









