6. Memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Forum TBM, komunitas literasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan program literasi yang berkelanjutan.
7. Mendorong pelaksanaan kegiatan literasi berbasis desa dan kelurahan, seperti pojok baca, lapak baca, lomba membaca dan menulis, serta kampanye gemar membaca di ruang-ruang publik.
Ketua Pokja Bunda Literasi Kabupaten TTS, Ny. Jeny Konay-Boboy, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung visi dan program Bunda Literasi TTS melalui kerja nyata di lapangan.
Menurutnya, Pokja Bunda Literasi memiliki peran penting dalam memastikan berbagai program literasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kami ingin gerakan literasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Karena melalui literasi, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
