Ester menilai, penguatan literasi baca-tulis perlu mendapat perhatian serius karena kemampuan murid tidak cukup diukur dari kelancaran membaca. Murid juga perlu memahami isi bacaan, mengolah informasi, menyusun pemikiran, dan mengungkapkan gagasan dengan bahasa mereka sendiri.
“Literasi baca-tulis harus terus dikembangkan. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk membaca, memahami apa yang mereka baca, kemudian menuliskan ide dan gagasan mereka. Karena itu, kami ingin para guru terus belajar dan mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat membantu murid meningkatkan kemampuan literasinya,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh guru di SD Inpres Nunmanu agar saling bahu-membahu dalam meningkatkan kemampuan literasi murid. Menurutnya, tanggung jawab membangun budaya literasi tidak dapat dibebankan kepada satu atau dua orang guru, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pendidik melalui pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid untuk aktif membaca, menulis, dan berpikir.
“Saya mengajak semua guru untuk bekerja sama dan saling mendukung. Peningkatan literasi murid adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus menciptakan pembelajaran yang memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis, termasuk keberanian menyampaikan pikiran mereka melalui tulisan,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








