Tak lupa, apresiasi diberikan kepada koordinator pengawas, para pengawas SMA/SMK/SLB, pengurus MKKS, kepala sekolah, guru pendamping, serta seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi aktif.
Lebih lanjut, Seperius Sipa berpesan bahwa esensi utama dari lomba bukan semata-mata kemenangan, melainkan keberanian untuk berpartisipasi.
“Juara dan hadiah hanyalah bagian dari motivasi. Yang terpenting adalah keberanian untuk ikut serta. Ketika anak-anak mau tampil, itu menandakan mereka ingin maju dan meraih cita-cita,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar semangat kompetisi terus dipelihara, karena melalui ajang seperti ini peserta didik dapat membekali diri untuk masa depan yang lebih baik.
Secara khusus, ia menyinggung potensi besar Kabupaten TTS di bidang atletik. Bahkan, ia menyebut TTS sebagai “gudangnya atlet”, terlebih dengan rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 yang sebagian cabangnya akan berlangsung di wilayah tersebut.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi dasar. Ia menyoroti masih adanya siswa di jenjang SMP dan SMA yang belum lancar membaca, sehingga diperlukan kerja sama lintas jenjang pendidikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
