“Anak-anak menangis karena mereka tahu perjuangan orang tua mereka tidak ringan. Orang tua bekerja keras di kebun demi memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Hari ini semua pengorbanan itu terasa terbayar,” katanya.
Ia berharap para peserta didik kelak dapat kembali membangun kampung halaman mereka dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pendidikan.
“Kami berharap suatu hari nanti anak-anak ini kembali dan membawa perubahan bagi daerahnya sendiri,” tandasnya.
Rangkaian acara itu didahului dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Lionita M. Ita, M.Si. Dalam khotbah yang diambil dari Amsal 19:20 dan Amsal 19:27, Pdt. Liva menegaskan bahwa masa depan yang baik hanya dapat diraih melalui didikan, nasihat, dan takut akan Tuhan.
“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya kamu menjadi bijak di masa depan. Jangan pernah menjauh dari pendidikan dan nasihat yang benar, sebab masa depan seseorang dibentuk dari kesediaannya untuk terus belajar,” khotbahnya.
Ia juga mengingatkan para peserta didik bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh dari ruang kelas, tetapi juga dari sikap hormat kepada orang tua, guru, dan Tuhan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
