Kupang, SNC -Satu foto sederhana yang diambil seorang ibu di pedalaman Amfoang, Nusa Tenggara Timur, telah menjadi saksi bisu dari peristiwa memilukan. Foto itu menampilkan sejumlah anak sekolah dasar duduk termenung di luar pagar sekolah saat ujian berlangsung. Itu bukan bolos. Mereka ditarik karena belum membayar uang sekolah.
Foto tersebut, yang diunggah ke grup WhatsApp oleh Atriana Tonfanus — ibu dari dua siswa di SD Negeri Fatunaus, Amfoang Utara Kabupaten Kupang, NTT menyebar dengan cepat. Banyak pihak mengecam sistem yang mengabaikan hak anak atas pendidikan. Namun promosi pihak sekolah justru mengejutkan: dua anak Atriana, LTK (kelas 6) dan NAK (kelas 5), dilarang datang kembali ke sekolah.
Alih-alih menanggapi kritik publik dengan introspeksi, Kepala Sekolah Ilfony H. Kapitan memilih jalur yang membungkam: mengeluarkan anak-anak yang tak berdosa dari ruang belajar mereka. Tanpa surat resmi penghentian, tanpa keputusan tertulis, hanya sebuah pengumuman usai apel: “LTK dan NAK tidak boleh datang ke sekolah lagi.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
