Disiplin yang ditanamkan sejak usia dini bukanlah disiplin koersif, melainkan disiplin berbasis kesadaran dan pembiasaan. Dalam perspektif pedagogik modern, disiplin dipahami sebagai kemampuan anak mengelola perilaku, emosi, dan tanggung jawab secara bertahap sesuai dengan tahap perkembangannya.
Ajakan Wagub agar anak-anak tumbuh disiplin mengandung pesan bahwa karakter unggul tidak terbentuk secara instan. Lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran sentral dalam membangun kebiasaan positif, seperti datang tepat waktu, mengikuti aturan kelas, menghargai guru dan teman, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Salah satu pesan paling substansial dalam kunjungan tersebut adalah dorongan agar anak-anak berani bermimpi. Dalam kajian psikologi pendidikan, keberanian bermimpi merupakan bentuk awal dari orientasi masa depan (future orientation) yang penting bagi pembentukan motivasi intrinsik.
Dengan menanyakan cita-cita anak-anak, Wagub tidak hanya membangun suasana dialogis, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi dan peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pada level PAUD, mimpi bukanlah target karier yang rigid, melainkan ekspresi imajinasi dan harapan yang harus dipelihara melalui lingkungan belajar yang suportif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









