Workshop STAKRI–ELPIDA: Guru Kristen Ditantang Jadi Solusi Kemiskinan NTT

workshop-stakri-elpida-guru-kristen-ditantang-jadi-solusi-kemiskinan-ntt
Workshop STAKRI–ELPIDA: Guru Kristen Ditantang Jadi Solusi Kemiskinan NTT

Menurutnya, pendidik Kristen dituntut untuk berpegang pada tiga tujuan pengajaran, yaitu konfesional, kovenantal, dan antitetis, dengan menempatkan Kristus sebagai pusat pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengintegrasian pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter dalam proses belajar-mengajar.

“Pendidik Kristen yang mengajarkan ilmu pengetahuan baik sains maupun bidang lainnya tanpa mengintegrasikan nilai-nilai Alkitab, secara tidak langsung ikut menyumbang kemiskinan di NTT,” ujar Dr. Edwer.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia mencontohkan, seorang guru biologi perlu memahami nilai Alkitab agar mampu memotivasi peserta didik menggunakan ilmunya bagi kemuliaan Sang Pencipta dan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. Fichtor Missa, menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang transformasi, bukan sekadar tempat rutinitas administratif.
“School is not a scam school is a transformation machine!” tegasnya di hadapan peserta.

Ia menyampaikan bahwa pendidik Kristen ditantang untuk mengambil keputusan yang bersifat rohani, profesional, dan etis, kemudian mewujudkannya dalam tindakan nyata, baik di ruang kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  FPDT Kecam Dugaan Penyelewengan Dana PIP Di SMP Negeri Satap Fatukopa
  • Bagikan