Tiga komponen utama ANBK adalah:
- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) – mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa.
- Survei Karakter – menilai nilai dan sikap sosial emosional sesuai Profil Pelajar Pancasila.
- Survei Lingkungan Belajar – mengevaluasi kualitas proses belajar dan kondisi sekolah.
Meski ANBK berjalan lancar, Yosef Lede menyoroti keterbatasan sarana komputer dan laptop di beberapa sekolah. Hal ini menjadi perhatian serius karena keterbatasan alat dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan ANBK.
“Harus diakui sarana dan prasarana pendukung ANBK di Kabupaten Kupang masih kurang, terutama komputer dan laptop. Oleh karena itu, di tahun-tahun mendatang, akan ada intervensi dari APBD II Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menutup kekurangan yang ada,” jelas Bupati.
Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan perangkat digital tambahan melalui APBD II, sehingga setiap sekolah dapat mengakses ANBK dengan optimal. Langkah ini sekaligus mendukung upaya digitalisasi pendidikan di Kabupaten Kupang dan memastikan tidak ada siswa yang tertinggal karena keterbatasan fasilitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
