“Kami ingin memastikan setiap sekolah memiliki sarana yang memadai agar ANBK dapat dilaksanakan secara maksimal, mendukung pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Kabupaten Kupang,” tambah Yosef Lede.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik yang tetap berdedikasi tinggi dalam menyukseskan ANBK, meski sarana terbatas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh komitmen dan profesionalisme guru.
“Perangkat digital penting, tapi peran guru tetap utama. Terima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu sekalian dalam membimbing anak-anak Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.
ANBK SD 2025 di Kabupaten Kupang berlangsung selama dua hari, yakni Senin (22/9) hingga Selasa (23/9). Kegiatan ini menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, yang turut mendampingi Bupati, menambahkan bahwa hasil ANBK akan menjadi dasar perencanaan pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum, pembinaan guru, dan penataan sarana belajar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









