“Kita ini lebih ahli menebang daripada menanam,” katanya jujur, diikuti tawa kecil para peserta. “Padahal menanam itu memberi kehidupan, meneduhkan bumi, dan menjaga keseimbangan alam untuk anak cucu kita nanti.”
Pernyataan itu seolah menjadi renungan bagi banyak warga yang hadir. Bupati Lede tak sedang berbicara dari podium kekuasaan, tetapi dari posisi seorang warga yang mencintai alamnya. Ia sadar bahwa pembangunan tanpa kesadaran ekologis hanya akan menciptakan masalah baru di masa depan.
Dengan semangat itu, ia menanam bibit kelapa hibrida bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki dan sejumlah pejabat lainnya di halaman Kantor Desa Oebelo. Tindakan simbolis ini menjadi pesan moral: setiap pembangunan harus memiliki akar keberlanjutan.
Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tahun ini mengusung tema “Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi multi pihak, kita bersinergi mewujudkan Kabupaten Kupang Emas.”
Melalui tema ini, Bupati Lede ingin menegaskan bahwa pembangunan tak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, lembaga adat, swasta, gereja, kaum muda, dan seluruh elemen sosial yang ada di Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
