Kabupaten Kupang dikenal dengan kondisi tanah yang gersang dan iklim yang tidak bersahabat. Namun, John menekankan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menumbuhkan kehidupan. Melalui praktik pertanian berkelanjutan, lahan yang tandus pun bisa memberi hasil jika dikelola dengan ilmu dan kerja sama.
“Tanah Merah memang panas dan kering, tapi itu bukan alasan untuk menyerah. Justru dari tanah tandus inilah kita membuktikan bahwa dengan ilmu, gotong royong, dan semangat, kita bisa menanam kehidupan,” tegasnya.
Acara tanam perdana hortikultura ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kupang, tokoh masyarakat, serta komunitas kelompok tani. Kehadiran para pemimpin lokal menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani kecil untuk terus berinovasi.
John menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci. Pemerintah daerah, yayasan, tokoh masyarakat, dan komunitas petani harus berjalan beriringan agar perubahan yang diharapkan benar-benar terwujud.
“CIRMA tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, tokoh masyarakat, dan petani adalah mitra utama. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan pertanian yang bukan hanya menghasilkan pangan, tapi juga membangun kehidupan yang lebih sejahtera,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
