Yosef Lede menilai, tantangan utama pertanian di Kabupaten Kupang selama ini bukan pada ketersediaan lahan, melainkan pada keterbatasan teknologi dan efisiensi produksi. Karena itu, pengadaan dan distribusi alsintan menjadi langkah strategis untuk mempercepat modernisasi pertanian.
“Hampir sepuluh bulan kami memimpin, sudah hampir 400 alsintan bantuan pemerintah pusat kami salurkan kepada petani. Ini adalah anugerah Tuhan yang kami perjuangkan di pusat dan kami bawa pulang untuk petani Kupang,” ujar Yosef Lede.
Alsintan yang disalurkan meliputi traktor, alat pengolah tanah, pompa air, hingga peralatan pendukung pascapanen. Pemerintah daerah berharap, kehadiran teknologi ini mampu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta memperluas masa tanam petani di wilayah dengan tantangan iklim seperti Kabupaten Kupang.
Petani dalam Arsitektur Pembangunan Daerah
Dalam perspektif kebijakan, langkah tersebut mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Kupang tidak lagi menempatkan sektor pertanian sebagai pelengkap, tetapi sebagai pondasi utama ekonomi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
