Menurutnya, sikap Presiden Prabowo yang terbuka terhadap kritik dan aspirasi rakyat memperlihatkan keberpihakan pemerintah pada kelompok akar rumput. “Prinsipnya Pak Prabowo, termasuk dari pemuka agama, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok lain yang diundang, merespons baik. Bahkan suasana dialog sangat cair, penuh keterbukaan,” tambahnya.
Selain dua rancangan undang-undang prioritas, serikat pekerja juga menyoroti sejumlah isu lain yang dianggap mendesak. Reformasi pajak menjadi salah satu topik strategis yang diangkat, dengan menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang adil agar tidak memberatkan buruh dan masyarakat kecil.
Isu upah layak, pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK), serta jaminan kesejahteraan pekerja juga disuarakan sebagai agenda yang perlu direspons cepat oleh pemerintah. Harapannya, kebijakan ketenagakerjaan di era Prabowo mampu memberi kepastian hukum dan kesejahteraan yang lebih baik bagi jutaan buruh di Indonesia.
Pertemuan serikat pekerja dengan Presiden Prabowo Subianto menandai adanya kesepahaman baru antara pemerintah dan buruh. Dialog terbuka ini mempertegas komitmen bersama bahwa demokrasi, kesejahteraan, dan stabilitas bangsa harus berjalan beriringan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
