SPK menegaskan bahwa upaya untuk mengatasi kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa.
“Kemiskinan adalah akar dari banyak masalah di NTT, termasuk human trafficking. Para pelaku kejahatan ini memanfaatkan kondisi ekonomi yang sulit untuk mengeksploitasi masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mengentaskan kemiskinan di daerah ini,” jelas SPK.
SPK mengajak kader-kader PMKRI untuk aktif dalam menyusun dan mengimplementasikan program-program yang dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di NTT.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya perdagangan manusia dan pentingnya memberdayakan ekonomi lokal.
Mahasiswa sebagai Motor Perubahan
Dalam diskusi tersebut, SPK juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan di NTT.
Ia mengajak PMKRI dan organisasi mahasiswa lainnya untuk berkolaborasi dalam merumuskan visi pembangunan NTT yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
