“Saya adalah Ketua Parpol, tetapi juga pemimpin adat. Urusan partai bisa saya atur, namun urusan adat dan arwah tidak bisa saya abaikan,” ujarnya dengan tegas.
Menurut Jonathan, Persehatian Orang Timor (POT) telah memberikan dukungan penuh kepada Paket SIAGA, terutama karena Simon Petrus Kamlasi merupakan putra asli Timor. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu alasan kuat untuk memilih mundur dari posisi ketua DPW Perindo.
“Saya tidak bisa bermain dua kaki. Jika partai memilih kandidat lain, sementara POT dan saya secara adat mendukung SIAGA, maka jalan terbaik adalah mundur dari Perindo,” jelas Jonathan.
Dinamika Penetapan Kandidat
Keputusan Jonathan Nubatonis ini dilatarbelakangi oleh dinamika internal di tubuh Partai Perindo. Sebelumnya, DPW Perindo NTT mengusulkan pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu kepada DPP sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT. Namun, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo akhirnya memutuskan untuk mendukung pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
