Bagi Forum Warga PAN, langkah tersebut merupakan sinyal bahwa partai masih memiliki kepekaan terhadap aspirasi publik. Namun, mereka menekankan agar langkah administratif itu ditindaklanjuti dengan tindakan lebih tegas berupa pergantian struktural di internal DPP PAN.
“Terima kasih kepada Bang Zulhas dan Mbak Putri yang sudah peka terhadap aspirasi. Tapi langkah itu belum cukup. Sekjen harus segera diganti agar PAN bisa kembali fokus pada agenda besar, termasuk mendukung pengesahan UU Perampasan Aset,” ujar Syafrudin.
Kontroversi ini dinilai pengamat politik sebagai ujian serius bagi PAN dalam menjaga konsistensi dan profesionalisme di hadapan publik. Sekjen adalah jantung organisasi, sehingga setiap gerak-geriknya sangat berpengaruh terhadap citra partai. Bila PAN gagal merespons tuntutan dari akar rumput, dikhawatirkan kepercayaan publik akan semakin terkikis.
“Partai politik harus berhati-hati menempatkan figur publik. Popularitas saja tidak cukup, apalagi jika justru berisiko menimbulkan skandal yang merugikan partai,” ujar salah seorang pengamat politik di Jakarta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
