SN – Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 semakin mendekati puncaknya dengan berbagai dinamika dan persaingan sehat antara para kandidat. Di tengah atmosfer kampanye yang semakin intens, Simon Petrus Kamlasi (SPK), salah satu calon gubernur yang dikenal dengan paket SIAGA bersama Adrianus Garu, menarik perhatian publik dengan pernyataan yang penuh humor namun sarat makna.
Dalam pidatonya pasca penetapan nomor urut oleh KPU NTT yang berlangsung hangat, SPK menyampaikan pesannya dengan gaya yang unik dan penuh kepercayaan diri. Di hadapan pendukung dan masyarakat, ia mengatakan, “Kalau Melki-Johni menang, saya minta bajunya. Ansy-Jane menang, saya minta bajunya. Tetapi kalau saya menang, tolong dipakai baju kami.”
Pernyataan ini bukan hanya sekadar lelucon, tetapi menggambarkan semangat sportif dan keterbukaannya terhadap rivalitas politik yang sehat. Melalui kata-kata tersebut, Simon Petrus Kamlasi ingin menegaskan bahwa meskipun berada dalam persaingan politik yang ketat, kerja sama dan kolaborasi tetap menjadi kunci untuk memajukan NTT. “Baju” dalam ungkapan ini menjadi simbol penting yang merujuk pada visi dan program kerja setiap pasangan calon.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
