Bashar juga menyoroti pola pengisian jabatan dalam Golkar, yang biasanya diisi oleh tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan.
Golkar telah melihat tokoh-tokoh seperti H. Soedharmono, Wahono, Harmoko, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto memegang peranan penting.
Dengan kehadiran Gibran sebagai Wapres, pergeseran menuju pemberian ruang kepada tokoh muda dalam Golkar semakin nyata, demikian penegasan Bashar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
