Lebih jauh, Yahya menyampaikan bahwa gagasan serta komitmen Presiden Prabowo menumbuhkan optimisme baru di kalangan tokoh agama. “Beliau menyampaikan gagasan-gagasan secara komprehensif, passion beliau terhadap bangsa dan negara, cita-cita beliau dan komitmen-komitmen beliau. Itu semua menggugah harapan dari hadirin. Yang kami harapkan selanjutnya adalah gestur pemenuhan keinginan rakyat itu semakin ditunjukkan lebih kuat lagi sehingga masyarakat menjadi lebih tenang,” lanjutnya.
Suasana kebersamaan juga ditekankan oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacky Manuputty. Ia menyebut pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang cair, egaliter, dan penuh keterbukaan.
“Kami sangat mengapresiasi undangan Presiden, dan pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang tidak formal, sangat guyub,” kata Jacky.
Menurutnya, model pertemuan seperti ini perlu ditularkan hingga ke daerah-daerah agar keguyuban sosial dapat terus dirajut sebagai modal persatuan bangsa.
Dalam diskusi terbuka tersebut, para tokoh menyampaikan berbagai isu krusial, mulai dari pajak yang memberatkan rakyat, praktik korupsi, perilaku pejabat, hingga kenaikan tunjangan DPR. Presiden Prabowo menanggapi langsung setiap masukan dengan sikap terbuka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
