“Ucapan Simon Kamlasi (di KPU NTT) mengena dan dimengerti oleh semua lapisan masyarakat karena pilihan diksi yang dipakai sederhana tetapi konkrit. Problem political leadership di NTT kan memang di situ, di eksekusi. Era globalisasi dan modernisasi politik sekarang, dicari pemimpin dengan kualitas strong leadership atau kepemimpinan politik yang kuat yang ditandai dengan eksekusi ucapan menjadi agenda setting lalu ke tindakan konkrit. Itulah pentingnya strong leadership itu.” Kata Pius Rengka.
Dengan latar belakang yang kuat dan visi yang jelas, Simon dan paket SIAGA berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga siap untuk merealisasikan semua gagasan yang ada demi kemajuan NTT. Kini, semua mata tertuju pada mereka, menunggu langkah-langkah selanjutnya dalam kampanye yang penuh tantangan ini.
Untuk diketahui, KPU NTT menggelar pleno penarikan nomor urut. Tiga pasangan calon gubernur yang mendaftar adalah Ansy Lema-Jane Natalia Suryanto yang mendapatkan nomor urut 1, Melki Laka Lena-Jonhi Asadoma yang memperoleh nomor urut 2, dan Simon Petrus Kamlasi yang mendapat nomor paket 3.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









