“Lubang hitam itu keren,” kata Heida. “Dan bintang-bintang masif ini adalah bintang-bintang yang pada dasarnya menghasilkan semua unsur yang menyusun kita.”
Priya Natarajan, seorang astronom dan profesor di Universitas Yale yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, temuan tersebut sangat membantu dalam pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana para astronom dapat menemukan fenomena galaksi yang tak terlihat ini.
“Itu membuat perbedaan besar bagi pemahaman kita tentang hal-hal penting, seperti apa saja komponen galaksi kita,” katanya.
Penemuan yang tidak disengaja
Lubang hitam ditemukan secara tidak sengaja.
Pada tahun 2004, para astronom tengah mencari jenis sistem bintang biner tertentu. HR 6819 adalah salah satu kandidatnya — kecuali ada sesuatu yang sedikit aneh tentangnya. Tampaknya ada objek ketiga yang tak terlihat.
Setelah pemimpin investigasi ini, Stan Stefl, meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 2014, pekerjaan tersebut terbengkalai.
Namun sebuah studi terpisah menunjukkan keberadaan lubang hitam yang luar biasa besar, kira-kira 70 kali massa matahari kita. Temuan itu kontroversial, karena para astronom percaya batas atas untuk lubang hitam bermassa bintang (berbeda dengan lubang hitam supermasif yang terletak di pusat sebagian besar galaksi) seharusnya maksimal sekitar 30 kali massa matahari.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
