Baca Juga : Mesir Umumkan Penemuan Makam Raja Thutmose II
Meskipun demikian, kemiripan ini tidak cukup untuk mengklasifikasikan Pink sebagai Homo erectus. Sebagai gantinya, para ilmuwan mengusulkan bahwa Pink mungkin merupakan bagian dari spesies baru yang mereka sebut Homo affinis erectus.
“Ini adalah kesimpulan paling masuk akal yang dapat kami buat berdasarkan bukti yang ada,” kata Martinon-Torres.
Selain itu, para peneliti juga menemukan alat-alat batu kecil dan tulang hewan di lokasi penggalian yang memberikan petunjuk lebih lanjut tentang cara hidup Pink.
Pada masa itu, lingkungan di sekitar mereka adalah hutan lembab yang dihuni oleh berbagai hewan seperti kuda, sapi purba, monyet, dan kuda nil. Peneliti berpendapat bahwa daerah tersebut memiliki banyak sumber air, menjadikannya lokasi yang ideal bagi manusia purba untuk menetap.
Para ilmuwan menduga bahwa spesies yang ditemukan ini bisa jadi merupakan hubungan peralihan antara Homo georgicus dan Homo antecessor. Rekan penulis studi, Jose Maria Bermudez de Castro, mengatakan bahwa kemungkinan besar spesies ini punah sekitar 900.000 tahun yang lalu, seiring dengan perubahan iklim yang drastis.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
