Yang membuat misi ini istimewa adalah fakta bahwa seluruh kursi dalam kapsul diisi oleh perempuan, pertama kalinya terjadi dalam sejarah penerbangan luar angkasa Amerika Serikat. Penerbangan berawak dengan kru seluruhnya perempuan sebelumnya hanya pernah terjadi sekali, yakni pada tahun 1963 ketika kosmonot Soviet Valentina Tereshkova terbang seorang diri ke luar angkasa.
Meskipun telah ada kemajuan signifikan, perempuan baru mencakup sekitar 15 persen dari lebih dari 700 orang yang pernah bepergian ke luar angkasa. Lauren Sanchez menyampaikan bahwa pemilihan anggota kru sepenuhnya perempuan bertujuan untuk menginspirasi generasi muda dan memperkuat peran perempuan dalam dunia antariksa. Ia bahkan memesan seragam khusus untuk momen ini.
Baca Juga : SpaceX Siapkan Roket Falcon 9 Untuk Penerbangan Berawak di Atas Kutub
“Ini adalah momen yang signifikan, tidak hanya bagi masa depan perjalanan luar angkasa komersial, tetapi juga bagi umat manusia dan perempuan di seluruh dunia,” ujar Katy Perry dalam wawancara dengan Associated Press sebelum peluncuran.
Peluncuran ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh terkenal, termasuk Oprah Winfrey, Kris Jenner, serta anggota keluarga Kardashian. Oprah, yang hadir untuk mendukung Gayle King, terlihat emosional saat menyaksikan kapsul menembus atmosfer dan para penumpang menikmati keindahan luar angkasa.
Dalam momen tanpa bobot, Perry dilaporkan menyanyikan bait dari lagu What a Wonderful World, menciptakan suasana haru dan kagum di antara penumpang. Seusai mendarat, Perry menegaskan bahwa pengalaman ini bukan tentang dirinya sebagai artis, melainkan tentang menciptakan ruang yang inklusif bagi masa depan.
“Ini bukan soal saya. Ini soal energi kolektif yang kami bawa,” ujar Perry dalam konferensi pers. “Kami tidak hanya hadir di luar angkasa, kami sedang membentuk ruang baru bagi masa depan.”
Bezos membuka kapsul tak lama setelah pendaratan dan memeluk Sanchez yang menjadi penumpang pertama keluar. Perry dan King bahkan terlihat berlutut dan mencium tanah, sebagai bentuk syukur dan kekaguman atas pengalaman luar biasa tersebut.
Penerbangan ini menambah daftar panjang nama-nama dari orang ternama yang telah ikut serta dalam misi Blue Origin. Sebelumnya, aktor Star Trek, William Shatner, juga terbang bersama Blue Origin pada usia 90 tahun, diikuti oleh tokoh publik seperti mantan atlet NFL Michael Strahan dan Laura Shepard Churchley, putri astronot legendaris Alan Shepard.
Sebagian besar penumpang Blue Origin terdiri dari figur publik seperti ilmuwan, pengusaha, pembawa acara televisi, hingga kreator konten digital. Meskipun harga tiket tidak pernah dipublikasikan secara resmi, biaya perjalanan luar angkasa komersial diketahui sangat tinggi.
Sementara itu, badan antariksa Rusia juga pernah mengirim wisatawan luar angkasa sejak awal 2000-an. Dalam beberapa tahun terakhir, aktris Rusia bahkan melakukan proses syuting di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Di sisi lain, perusahaan SpaceX milik Elon Musk juga mengoperasikan penerbangan luar angkasa komersial berdurasi beberapa hari. Salah satu pelanggan pertamanya, Jared Isaacman, seorang miliarder teknologi, telah melakukan dua misi dan bahkan menjalani perjalanan luar angkasa pribadi. Isaacman saat ini dicalonkan sebagai calon administrator NASA, menunggu konfirmasi dari Senat AS.
Tak ketinggalan, Chun Wang, investor Bitcoin kelahiran Tiongkok, baru saja menyelesaikan penerbangan bersejarah yang melintasi Kutub Utara dan Selatan bersama SpaceX. Wang membiayai penuh perjalanan ini, membawa serta tiga penjelajah kutub dalam misi yang digambarkan sebagai simbol era baru penerbangan luar angkasa komersial.
“Di era baru eksplorasi ruang angkasa ini, impian menjadi astronot tak lagi eksklusif untuk segelintir orang,” tulis Wang melalui platform X pekan lalu. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
