Rekayasa Genetik : Ilmuan Klaim Hidupkan Kembali Dire Wolf Kuno Yang Punah Ribuan Tahun Lalu

genetik
Dire Wolf
Colossal Biosciences mengatakan telah menciptakan tiga anak anjing serigala. Romulus dan Remus, dua jantan, lahir pada bulan Oktober, sementara Khaleesi, betina, lahir pada bulan Januari.
(Biosains Kolosal)

Perdebatan Akademis dan Dimensi Etis

Meski keberhasilan ini dipandang sebagai lompatan ilmiah yang luar biasa, sejumlah ahli menyuarakan kritik dan kehati-hatian. Dr. Vincent Lynch, seorang ahli biologi evolusioner dari Universitas Buffalo yang tidak terlibat langsung dalam proyek ini, menyatakan meskipun secara fenotipik hewan tersebut menyerupai Dire Wolf, hal tersebut belum tentu berarti mereka mampu mereplikasi peran ekologis spesies aslinya. “Kita tidak sedang menghidupkan kembali makhluk purba sepenuhnya. Kita hanya menciptakan tiruan genetik dengan kemiripan terbatas,” ujarnya.

Dalam konteks keberlanjutan dan konservasi, Colossal mengklaim bahwa eksperimen ini berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat upaya pelestarian spesies lain yang berada di ambang kepunahan. Salah satu pencapaian tambahan mereka adalah keberhasilan menciptakan dua generasi kloning dari Red Wolf (Canis rufus), yang saat ini diklasifikasikan sebagai salah satu spesies karnivora paling terancam punah di dunia.

Dr. George Church, profesor genetika dari Universitas Harvard sekaligus salah satu pendiri Colossal, menekankan pentingnya intervensi genetik proaktif. “Upaya memperluas dan menguji keragaman genetik seharusnya dilakukan sebelum spesies tersebut benar-benar punah,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

  • Bagikan
Exit mobile version