Rekayasa Genetik : Ilmuan Klaim Hidupkan Kembali Dire Wolf Kuno Yang Punah Ribuan Tahun Lalu

genetik
Dire Wolf

Ambisi yang Lebih Jauh: Kebangkitan Mammuthus primigenius

Colossal juga telah mengumumkan proyek ambisius lainnya, yakni kebangkitan Mammuthus primigenius atau mamut berbulu, yang punah sekitar 4.000 tahun lalu. Konsep ini telah dikembangkan oleh Dr. Goerge Church selama lebih dari satu dekade. Dalam wawancara dengan program 60 Minutes pada tahun 2019, Church menyatakan bahwa dalam lima tahun, teknologi ini diharapkan dapat diujicobakan pada model hewan seperti tikus dan babi, dengan target jangka menengah pada kerabat dekat mamut, yaitu gajah Asia.

Pada bulan lalu, Colossal melaporkan bahwa tim ilmuwannya berhasil mengedit tujuh gen secara simultan dalam embrio tikus untuk menghasilkan fenotipe mirip mamut, termasuk rambut panjang dan metabolisme lemak yang tinggi. Hasil ini disebut sebagai penciptaan “tikus berbulu raksasa”. Walau dokumentasi visual telah dipublikasikan secara daring, eksperimen tersebut belum dirilis dalam jurnal ilmiah yang melewati proses peer review, sehingga validitas akademiknya masih dalam tahap pengkajian.

Langkah selanjutnya mencakup penerapan hasil modifikasi ini pada gajah, meskipun proyek ini menghadapi tantangan etis dan ekologis yang signifikan mengingat status gajah Asia sebagai spesies terancam punah. Selain untuk de-extinction, Colossal juga mengklaim sedang mengembangkan teknologi yang berpotensi melindungi populasi gajah dunia melalui pendekatan genetik dan pelestarian habitat. (Ein)

  • Bagikan
Exit mobile version