SpaceX Siapkan Roket Falcon 9 Untuk Penerbangan Berawak di Atas Kutub

roket
Kru Fram2 (kiri ke kanan): pemandu kutub Australia Eric Philips, pengusaha bitcoin Malta dan komandan misi Chun Wang, ahli robotika Jerman Rabea Rogge, dan sinematografer Norwegia Jannicke Mikkelsen. (SpaceX)

Eksperimen dan Observasi Selama Penerbangan

Selama penerbangan, kru Fram2 berencana melakukan berbagai percobaan ilmiah, termasuk memfilmkan aurora dari orbit dan menanam jamur tiram dalam kondisi mikrogravitasi. Mereka juga membawa berbagai peralatan untuk eksperimen, seperti kamera profesional dan generator sinar-X yang akan digunakan untuk mengambil gambar sinar-X pertama dari tubuh manusia di luar angkasa.

Kru akan mengorbit di sekitar kutub Bumi, dengan rute yang membawa mereka melintasi Florida, Kuba, dan Panama. Jalur penerbangan ini dirancang untuk meminimalkan risiko terbang di atas daerah padat penduduk, dan SpaceX memastikan bahwa perangkat lunak penerbangan Crew Dragon dimodifikasi untuk memastikan keselamatan.

Selama misi, kru akan mengamati aurora borealis dan berharap dapat berbagi pengalaman ini dengan publik. Mereka mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memotret aurora di tempat tinggal mereka saat Fram2 melintasi wilayah tersebut.

Chun berharap misi Fram2 yang menggunakan roket Falcon 9 ini akan memakan waktu sekitar tiga hari dan 14 jam, dengan pendaratan di Samudra Pasifik, lepas pantai California Selatan. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version