<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dilaporkan ke SPKT &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/dilaporkan-ke-spkt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jan 2024 05:47:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>Dilaporkan ke SPKT &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Dugaan Perselingkuhan dan Penelantaran Rumah Tangga: Anggota Ditpamobvit Polda NTT Dilaporkan ke SPKT dan Propam</title>
		<link>https://sei-news.com/hukum-kriminal/kasus-dugaan-perselingkuhan-dan-penelantaran-rumah-tangga-anggota-ditpamobvit-polda-ntt-dilaporkan-ke-spkt-dan-propam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 05:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota Ditpamobvit]]></category>
		<category><![CDATA[Dilaporkan ke SPKT]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Dugaan Perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Penelantaran Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Propam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://Sei-News.Com/?p=40112</guid>

					<description><![CDATA[Sei-News.Com., KOTA  KUPANG &#8211; Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Anggota Ditpamobvit Polda NTT, Briptu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sei-News.Com., <a href="https://Sei-News.Com/tag/kota-kupang" target="_blank" rel="noopener">KOTA  KUPANG</a> &#8211; Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Anggota Ditpamobvit Polda NTT, Briptu DA, terungkap setelah dilaporkan oleh istri sahnya, MD.</p>
<p>Briptu DA diduga meninggalkan rumah tangganya berbulan-bulan, tinggal dengan mertuanya, dan berselingkuh dengan wanita lain, AP, di kontrakan yang tidak diketahui alamatnya oleh istri sahnya.</p>
<p>Menanggapi kasus ini, Ahli Pidana, Michael Feka, mengungkapkan bahwa oknum Anggota Polri tersebut diduga melanggar dua delik, yaitu perzinahan dan penelantaran rumah tangga.</p>
<p>Feka menjelaskan bahwa Pasal 284 KUHP mengatur delik perzinahan, sementara UU No. 23 Tahun 2004 Pasal 49 huruf a mengatur delik penelantaran rumah tangga, dengan ancaman pidana penjara hingga 3 tahun.</p>
<p>Feka menyoroti pentingnya sanksi etik terhadap Anggota Polri, karena mereka seharusnya menjadi contoh dalam masyarakat.</p>
<p>Anggota Polri tunduk pada Kode Etik Polri, dan pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi hukum dan etik.</p>
<p>Michael Feka berharap penegakan hukum dan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang ditelantarkan menjadi fokus dalam penanganan kasus ini.</p>
<p>Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan bahwa kasus ini sedang diproses di Propam dan belum mencapai tahap penyelesaian.</p>
<p>Istri sah, MD, telah melaporkan Briptu DA ke SPKT dan Propam Polda NTT, mencatat peristiwa pada 3 Desember 2023.</p>
<p>MD menceritakan bahwa pertengkaran dimulai pada Februari 2023 ketika dia menemukan suaminya, DA, berkomunikasi dengan wanita lain dengan kata sayang.</p>
<p>Pada Maret 2023, DA meninggalkan rumah dan tinggal di kos tanpa memberi tahu alamatnya. MD merasa ditinggalkan selama 7 bulan dan mengalami tekanan psikis.</p>
<p>Ia berharap kasus ini dapat menjadi efek jera dan mendapatkan keadilan. Polda NTT diminta untuk menangani kasus ini secara serius agar tidak hanya berjalan di tempat.</p>
<p>Kasus perzinahan dan penelantaran rumah tangga oknum Anggota Polri ini terus menjadi perhatian di Kota Kupang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
