<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hilal &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/hilal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 02:51:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>Hilal &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sidang Isbat Tunggu Hasil! Awal Ramadhan 1446 H Bisa Jatuh pada 2 Maret atau 1 Maret!</title>
		<link>https://sei-news.com/nasional/sidang-isbat-awal-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 02:46:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[1 Maret 2025]]></category>
		<category><![CDATA[2 Maret 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadhan 1446 H]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Hisab Hakiki Wujudul Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Thomas Djamaludin]]></category>
		<category><![CDATA[Rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Isbat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=44997</guid>

					<description><![CDATA[SN, Jakarta &#8211; Penentuan awal Ramadhan 1446 Hijriah di Indonesia berpotensi menimbulkan perbedaan, dengan dua tanggal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col flex-grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words text-start [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="bec30a65-76c7-40a6-b52b-eea8bb29b72c" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light">
<p data-start="22" data-end="111"><strong><a href="https://sei-news.com/tag/nasional">SN</a>, Jakarta</strong> &#8211; Penentuan awal Ramadhan 1446 Hijriah di Indonesia berpotensi menimbulkan perbedaan, dengan dua tanggal yang diperkirakan akan menjadi awal bulan suci tersebut. Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia akan menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025 untuk memutuskan apakah 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, atau Minggu, 2 Maret 2025.</p>
<p data-start="491" data-end="1156">Perbedaan ini muncul akibat ketidakpastian dalam ketinggian hilal (bulan muda) yang menjadi penentu awal bulan dalam kalender Hijriah. Profesor Thomas Djamaludin, seorang ahli Astronomi dan Astrofisika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkirakan bahwa hilal pada 28 Februari 2025 masih berada pada posisi yang rendah dan sulit diamati.</p>
<p data-start="491" data-end="1156">Ia menyebutkan bahwa ketinggian hilal di berbagai wilayah Indonesia hanya mencapai sekitar 3 hingga 4 derajat dengan elongasi (perbedaan sudut antara bulan dan matahari) sekitar 6 derajat, yang sedikit melebihi batas kriteria yang disepakati oleh negara-negara dalam MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura).</p>
<p data-start="1158" data-end="1544">Menurut <a href="https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20250224175010-199-1201944/prediksi-awal-puasa-ramadhan-2025-dari-brin-bmkg-ada-potensi-berbeda" target="_blank" rel="noopener">Prof. Thomas</a>, hilal yang teramati dengan ketinggian dan elongasi tersebut kemungkinan tidak cukup jelas untuk bisa dijadikan dasar penetapan awal Ramadhan, yang akhirnya berpotensi menyebabkan penundaan hingga 2 Maret 2025.</p>
<p data-start="1158" data-end="1544">Dalam pengamatan hilal, kesulitan pengamatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kedekatannya dengan matahari yang membuat bulan sulit dilihat.</p>
<p data-start="1546" data-end="1794">Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan pada 1 Maret 2025 berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yang memprediksi bahwa posisi bulan pada 28 Februari memungkinkan awal Ramadhan dimulai pada tanggal tersebut.</p>
<p data-start="1796" data-end="2185">Kementerian Agama, melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Pengadilan Agama, ormas Islam, dan ahli falak, akan menunggu hasil pemantauan hilal yang dilakukan di lebih dari 125 titik di seluruh Indonesia.</p>
<p data-start="1796" data-end="2185">Meskipun hasil perhitungan astronomi menunjukkan potensi hilal terlihat, keputusan akhirnya tetap ditentukan berdasarkan hasil rukyat (pengamatan langsung).</p>
<p data-start="2187" data-end="2511">Sidang Isbat ini, yang akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, akan menjadi momen penentu bagi umat Islam di Indonesia dalam menentukan kapan mereka akan memulai ibadah puasa Ramadhan 1446 H.</p>
<p data-start="2187" data-end="2511">Semua pihak diharapkan menunggu keputusan resmi dari Kemenag untuk memastikan tanggal pasti dimulainya bulan suci ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
