<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ipp &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/ipp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2025 08:59:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>Ipp &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kontroversi Pengelolaan Dana Komite SMKN 2 Kupang: Pergantian Bendahara dan Dugaan Dana Fiktif Mengemuka</title>
		<link>https://sei-news.com/pendidikan/dana-komite-smkn-2-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 03:23:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Ipp]]></category>
		<category><![CDATA[seinews]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 2 Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Smkn2kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=46567</guid>

					<description><![CDATA[SN, Kupang – Persoalan internal dalam Komite SMKN 2 Kota Kupang kini memasuki fase kritis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SN, Kupang –</strong> Persoalan internal dalam Komite SMKN 2 Kota Kupang kini memasuki fase kritis yang mengundang perhatian publik luas. Marthen Thomson Huki, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Komite, secara tiba-tiba diberhentikan tanpa adanya pemberitahuan resmi maupun prosedur yang transparan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dilansir dari kupangberita.com, dalam responsnya, Marthen menduga adanya praktik pengelolaan dana fiktif serta pencairan insentif guru yang tidak didasarkan pada regulasi yang jelas. Kasus ini menyingkap problematika mendasar dalam manajemen keuangan pendidikan yang selama ini kurang terekspos ke permukaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pernyataannya pada Rabu (09/07/2025), Marthen dengan tegas menyampaikan, “Saya bukan sekadar bendahara yang hanya menandatangani dokumen. Saya telah mengeluarkan dana pribadi untuk kebutuhan operasional sekolah demi mendukung kelancaran proses belajar mengajar.” Pernyataan ini mencerminkan komitmen dan pengorbanan pribadi yang dilakukan demi keberlangsungan pendidikan di sekolah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
