<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kepercayaan publik. &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/kepercayaan-publik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 03:02:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>kepercayaan publik. &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Kota Kupang: Jangan Kejar Viral, Kejar Kepercayaan Publik!</title>
		<link>https://sei-news.com/daerah/wali-kota-kupang-jangan-kejar-viral-kejar-kepercayaan-publik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 02:57:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik.]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Pers]]></category>
		<category><![CDATA[SMSI NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=48917</guid>

					<description><![CDATA[Wali Kota: Kepercayaan Publik Lebih Penting daripada Viralitas FHC, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wali Kota: Kepercayaan Publik Lebih Penting daripada Viralitas</p>
<p><a href="https://sei-news.com/tag/daerah"><strong>FHC</strong></a>, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengingatkan insan pers agar tidak terjebak dalam perlombaan mengejar viralitas dan tingginya jumlah penonton (viewer). Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence/AI),</em> serta menjamurnya influencer media sosial, menurutnya, kepercayaan publik tetap menjadi aset paling berharga yang dimiliki media.</p>
<p>Pesan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Jurnalistik Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Kupang, Rabu.</p>
<p>Dalam sambutannya, Christian menegaskan bahwa tantangan dunia pers akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah kehilangan relevansinya, yakni kemampuan media menjaga kepercayaan masyarakat.</p>
<p>“Tantangan terbesar pers itu bukan hanya AI, bukan hanya <em>influencer</em>, bukan hanya hoaks. Bagi saya, tantangan terbesar yang tidak akan lekang oleh waktu adalah kepercayaan publik,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buronan Sulit Dieksekusi? Jan Maringka: Kredibilitas Kejaksaan Dipertaruhkan!</title>
		<link>https://sei-news.com/hukum-kriminal/buronan-sulit-dieksekusi-jan-maringka-kredibilitas-kejaksaan-dipertaruhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:43:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[buronan sulit dieksekusi]]></category>
		<category><![CDATA[eksekusi terpidana]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-80 Kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Agung ST Burhanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Jan Maringka]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik.]]></category>
		<category><![CDATA[kredibilitas hukum]]></category>
		<category><![CDATA[program Tabur]]></category>
		<category><![CDATA[rule of law]]></category>
		<category><![CDATA[Silfester Matutina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=46845</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, SNC &#8211; Praktisi hukum sekaligus mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Jan Samuel Maringka,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, <a href="https://sei-news.com/tag/hukum-kriminal">SNC</a></strong> &#8211; Praktisi hukum sekaligus mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Jan Samuel Maringka, menyoroti lambannya eksekusi terhadap terpidana Silfester Matutina, Ketua Umum Relawan Solidaritas Merah Putih. Menurutnya, situasi ini tak hanya soal teknis pelaksanaan hukum, tetapi juga menyangkut pertaruhan kredibilitas Kejaksaan Republik Indonesia di mata publik.</p>
<p>Silfester telah divonis 1,5 tahun penjara dalam perkara fitnah terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan. Dengan demikian, secara hukum tidak ada alasan bagi Kejaksaan untuk menunda eksekusi.</p>
<p>Namun, hingga kini Silfester masih berstatus dalam pencarian. Kondisi ini dinilai aneh oleh Jan. “Saya inisiator program Tangkap Buronan (Tabur) di 31 kejaksaan tinggi seluruh Indonesia. Program ini membuktikan tidak ada lagi tempat aman bagi buronan. Dengan perangkat yang semakin maju, seharusnya eksekusi Silfester tidak sulit dilakukan,” tegas Jan di Jakarta, Selasa (2/9).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
