<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Revisi UU Pilkada** &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/revisi-uu-pilkada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Aug 2024 03:34:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>Revisi UU Pilkada** &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengamat Hukum Tata Negara Titi Angraini: Pembahasan UU Pilkada, Buang-buang Waktu dan Energi Rakyat!</title>
		<link>https://sei-news.com/hukum-kriminal/pengamat-hukum-tata-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2024 00:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembahasan UU Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Putusan MK]]></category>
		<category><![CDATA[Revisi UU Pilkada**]]></category>
		<category><![CDATA[Titi Angraini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=42543</guid>

					<description><![CDATA[SN &#8211; Pengamat Hukum Tata Negara, Titi Angraini, mengkritik keras proses pembahasan revisi Undang-Undang Pilkada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://sei-news.com/tag/sei-news"><strong>SN</strong></a> &#8211; Pengamat Hukum Tata Negara, Titi Angraini, mengkritik keras proses pembahasan revisi Undang-Undang Pilkada yang batal diputuskan oleh DPR. Menurut Titi, proses ini hanya membuang-buang waktu, energi, dan dana publik yang berasal dari pajak rakyat.</p>
<p>Titi menegaskan, jika sejak awal para legislator patuh terhadap konstitusi dan menjalankan nilai-nilai demokrasi dengan benar, waktu dan tenaga yang terbuang dalam pembahasan ini bisa dihindari.</p>
<p>&#8220;Kita adalah negara demokrasi yang berdaulat di tangan rakyat. Jika teladan konstitusi dijalankan dengan baik, tidak perlu ada dinamika yang menguras energi kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bersifat final dan mengikat, namun diabaikan oleh beberapa pihak.</p>
<p>&#8220;Putusan MK bukan sesuatu yang baru dalam praktik ketatanegaraan kita. Namun, ada institusi yang mencoba menginterpretasikan ulang putusan tersebut. Ini adalah pembelajaran hukum yang buruk,&#8221; tambah Titi.</p>
<p>Dalam pandangannya, keputusan MK Nomor 60 dan 70 memberikan harapan bagi demokrasi Indonesia, khususnya terkait Pilkada. Titi menyebut putusan ini sebagai &#8220;oase di tengah kemarau demokrasi&#8221; yang menyegarkan praktik demokrasi di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
