<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teokrasi &#8211; Sei News</title>
	<atom:link href="https://sei-news.com/tag/teokrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sei-news.com</link>
	<description>Sumber Utama Informasi Anda!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Mar 2025 04:08:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://sei-news.com/wp-content/uploads/2024/02/512-100x75.jpg</url>
	<title>teokrasi &#8211; Sei News</title>
	<link>https://sei-news.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Iran Pakai Pengawas Elektronik Pantau Jilbab</title>
		<link>https://sei-news.com/internasional/iran-pantau-pemakaian-jilbab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sei-News.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 04:08:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[#amerika]]></category>
		<category><![CDATA[#pbb]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[seinews]]></category>
		<category><![CDATA[teokrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sei-news.com/?p=45456</guid>

					<description><![CDATA[SN &#8211; Iran semakin mengandalkan pengawasan elektronik dan partisipasi publik untuk memantau wanita yang menolak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SN &#8211; </strong>Iran semakin mengandalkan pengawasan elektronik dan partisipasi publik untuk memantau wanita yang menolak mengenakan jilbab di ruang publik, kelompok konservatif mendorong hukuman lebih keras bagi mereka yang melanggar aturan tersebut.</p>
<p>Temuan dari Misi Pencari Fakta Independen PBB mengenai Republik Islam Iran muncul setelah tahun lalu mereka menyimpulkan bahwa pemerintah Iran bertanggung jawab atas &#8220;kekerasan fisik&#8221; yang menyebabkan kematian Mahsa Amini, yang memicu protes luas terhadap undang-undang wajib jilbab.</p>
<p>Protes tersebut, serta penolakan publik terhadap kebijakan itu, terus berlanjut meski ada ancaman penangkapan dan hukuman keras dari Pemerintah Iran.</p>
<p>&#8220;Setelah dua setengah tahun protes yang dimulai pada September 2022, perempuan dan anak perempuan di Iran masih menghadapi diskriminasi sistematis dalam hukum dan kehidupan sehari-hari, khususnya terkait penegakan kewajiban jilbab,&#8221; bunyi laporan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pemerintah semakin mengandalkan tindakan represif yang melibatkan individu dan bisnis untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan jilbab, menjadikannya sebagai tanggung jawab sipil.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
