Ia menilai masih banyak kebijakan yang belum sepenuhnya didukung oleh data empiris dan hasil kajian akademik yang memadai. Akibatnya, sejumlah program pembangunan belum mampu memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, IAPA NTT akan berupaya menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi. Kami ingin memastikan bahwa ilmu administrasi publik benar-benar berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata di daerah,” ujarnya.
Menurut Laurensius, IAPA akan mendorong berbagai kegiatan seperti penelitian kolaboratif, seminar ilmiah, diskusi kebijakan, publikasi akademik, hingga penyusunan rekomendasi strategis untuk pemerintah daerah.
Salah satu fokus yang akan menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, reformasi birokrasi, tata kelola pemerintahan desa, transformasi digital pemerintahan, pengentasan kemiskinan, dan percepatan penurunan stunting.
Wakil Rektor III Undana, Rudi Rohi, menyatakan bahwa kampus menyambut baik kehadiran IAPA sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu administrasi publik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
