“Pancasila telah terbukti sebagai kekuatan pemersatu bangsa yang selalu dapat diandalkan, terutama ketika bangsa ini menghadapi ancaman disintegrasi atau krisis,” tegas Linus. Ia juga mengajak masyarakat, terutama ASN dan PTT, untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun di masyarakat.
Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Linus menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam perilaku, sikap, dan tindakan nyata. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Pengamalan Pancasila harus nyata dalam pelayanan kepada masyarakat, dengan menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan persatuan,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan, Linus menyoroti pentingnya semangat persatuan dan gotong royong dalam mengatasi berbagai tantangan seperti inflasi, stunting, dan kemiskinan ekstrem. Ia percaya bahwa dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, seluruh elemen bangsa dapat bekerja sama dan bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Partisipasi dalam Program Pembangunan
Menjelang akhir amanatnya, Linus Lusi menyinggung kunjungan Presiden Republik Indonesia ke beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kota Kupang. Linus berharap kunjungan ini dapat mempercepat pembangunan di wilayah tersebut dan menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam program-program pembangunan yang berlandaskan Pancasila.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
