Melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi, kampus berupaya menjembatani kesenjangan tersebut. Tenun tidak lagi diposisikan sebagai artefak masa lalu yang hanya disimpan dalam lemari atau dikenakan saat upacara adat. Ia menjadi produk hidup yang terus berkembang, beradaptasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Pada akhirnya, pameran “Jalinan Nusa” bukan hanya tentang kain, warna, atau motif. Ia adalah tentang bagaimana sebuah generasi muda belajar menjaga identitas budaya sambil membangun masa depan. Dari ruang kelas dan laboratorium kampus, lahir harapan bahwa tenun NTT tidak hanya bertahan sebagai warisan leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
