Pengembangan porang juga ditempatkan dalam konteks pembangunan ekonomi daerah. Tarsisius menyebut sektor pertanian dapat mendukung kebutuhan logistik seiring perkembangan industri pariwisata Manggarai Barat.
Di sisi lain, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Pesta Porang 2.0 merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperluas pemanfaatan energi bagi kegiatan produktif.
“Menyongsong Hari Kesaktian Pancasila, Pesta Porang 2.0 menjadi cerminan nyata bahwa nilai-nilai luhur bangsa hidup dalam kerja kolaboratif,” ujar Eko.
Menurut Eko, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak berhenti pada penyediaan akses listrik. Infrastruktur energi juga diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Kami berkomitmen memastikan akses listrik yang andal mampu mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan taraf hidup, dan mewujudkan kesejahteraan yang merata di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Melalui Pesta Porang 2.0, PLN dan Pemkab Manggarai Barat berupaya membangun keterhubungan antara produksi pertanian, teknologi pengolahan, energi, dan pasar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








