SN – Pesawat tempur Israel pada Kamis (19/08/2024) malam kemarin, melancarkan serangan paling gencarnya di Lebanon selatan dalam satu tahun terakhir, serangan ini meningkatkan konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon (Hizbullah), di tengah seruan untuk menahan diri.
Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya, selama dua jam pada hari Kamis malam, menghantam ratusan peluncur roket ganda di Lebanon selatan yang akan segera ditembakkan ke Israel. Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa dan total kerusakan.
Serangan tersebut menyusul serangan awal minggu ini yang meledakkan pemancar radio Hizbullah, dan menewaskan 37 orang serta melukai sekitar 3.000 orang di Lebanon.
Dalam pidato di TV nasional pada hari Kamis siang, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan ledakan bom pada hari Selasa dan Rabu “melewati semua garis merah.”
“Tidak diragukan lagi bahwa kami telah mengalami pukulan keamanan dan militer yang besar, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perlawanan dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Lebanon,” kata Nasrallah dalam pidatonya, yang dibuat di lokasi yang dirahasiakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









