Gyeongju, SNC – Dalam momentum diplomasi strategis di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Hwabaek International Convention Center (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Sabtu 1 November 2025, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan paradigma baru hubungan Indonesia–Korea. Bukan semata kooperasi ekonomi dan pertahanan berbasis industri berat, tetapi juga penetrasi dan orkestrasi kerja sama lintas sektor yang lebih “soft power intensive”, yakni pemberdayaan budaya sebagai economic driver.
Presiden Prabowo secara gamblang menegaskan pentingnya “pergeseran spektrum” kerja sama strategis. Dari yang selama ini terlalu fokus pada sektor industri tradisional, manufaktur berat, teknologi pertahanan, dan perdagangan komoditas, kini harus naik kelas ke sektor kreatif–budaya yang menghasilkan value added yang lebih tinggi, dengan multiplayers effect yang lebih berjangkau dan berdaya tahan di tengah disrupsi global. Pendekatan ini sejalan dengan teori Cultural-based Value Creation yang menempatkan budaya sebagai pondasi “economic identity”—bukan sekadar ornamen folklorik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









