SN – Sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 124 lainnya terluka di Lebanon selatan pada hari ,Minggu (26/01/2025), setelah para pengunjuk rasa menuntut penarikan militer Israel sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah, korban tewas termasuk dua wanita dan seorang tentara Lebanon, kata otoritas kementerian kesehatan Lebanon.
Para demonstran, beberapa di antaranya membawa bendera Hizbullah, berupaya memasuki beberapa desa untuk memprotes kegagalan Israel menarik diri dari Lebanon selatan, pada batas waktu 60 hari yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata, yang menghentikan perang Israel-Hizbullah pada akhir November.
Sebelumnya Gedung Putih (AS) telah mengumumkan pada hari Minggu, bahwa gencatan senjata telah diperpanjang hingga 18 Februari.
“Pemerintah Lebanon, Pemerintah Israel, dan Pemerintah Amerika Serikat juga akan memulai negosiasi untuk memulangkan tahanan Lebanon yang ditangkap setelah 7 Oktober 2023,” kata Gedung Putih.
Israel mengatakan pada hari Jumat, bahwa mereka akan tetap menempatkan pasukan di wilayah selatan setelah batas waktu hari Minggu, karena tentara Lebanon belum dikerahkan sepenuhnya untuk memastikan bahwa Hizbullah tidak membangun kembali kehadirannya di wilayah tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









