Kupang, SNC – Food and Agriculture Organization (FAO) resmi meluncurkan Program Community African Swine Fever Biosecurity Interventions (CABI) dan menyelenggarakan pelatihan biosekuriti bagi peternak babi skala mikro-kecil di Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Kamis (18/9).
Peluncuran ini dimaksudkan sebagai langkah awal memperkuat ketahanan peternakan babi keluarga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama beberapa tahun terakhir rentan terhadap wabah African Swine Fever (ASF).
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal, menegaskan bahwa CABI bukan sekadar program teknis, melainkan upaya pemberdayaan bagi keluarga peternak yang menggantungkan hidup pada babi.
Menurut Aryal, program ini sebelumnya telah diuji dan diimplementasikan di beberapa wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi, yang telah memberikan manfaat nyata bagi peternak lokal. FAO berharap penerapan di NTT akan membangun sektor peternakan yang lebih tangguh, sehat, dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









