TTS, SNC – Jagung bose yang selama ini identik dengan makanan tradisional masyarakat Timor kini naik kelas menjadi produk modern bernilai ekonomi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Institut Pendidikan SoE bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) menghadirkan inovasi pengolahan pangan lokal berupa “Biskuit Bose” di Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, di aula Kantor Desa Mio tersebut mengusung tema “Olahan Pangan Lokal Sederhana Berbasis Jagung Bose sebagai Peluang Usaha Masyarakat.” Program ini menjadi salah satu upaya nyata mendorong masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing dan nilai jual.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat pelatihan langsung mulai dari proses pengolahan jagung bose, teknik pembuatan “Biskuit Bose,” hingga cara pengemasan produk yang menarik dan siap dipasarkan. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali strategi pemasaran sederhana agar produk lokal mampu bersaing di pasar masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









