Penurunan kuota nasional tidak serta-merta membuktikan bahwa kelangkaan di NTT disebabkan oleh pengurangan alokasi. Namun, informasi tersebut menjadi alasan penting untuk memeriksa apakah kuota daerah, realisasi distribusi, dan kebutuhan aktual masyarakat telah diperhitungkan secara memadai.
Pertanyaan yang perlu dijawab adalah berapa alokasi Pertalite untuk NTT pada 2026, berapa volume yang telah disalurkan hingga Oktober, bagaimana pola penyaluran antarkabupaten dan kota, serta apakah terdapat wilayah yang mengalami kekurangan pasokan secara berulang.
Tanpa keterbukaan data tersebut, masyarakat akan kesulitan membedakan apakah persoalan yang terjadi bersumber dari kuota yang tidak mencukupi, hambatan logistik, ketidakseimbangan distribusi antarwilayah, atau faktor lain dalam rantai penyaluran BBM.
“Kalau kuota nasional dikurangi, sementara kebutuhan masyarakat meningkat, pemerintah harus menjelaskan apakah alokasi untuk NTT masih mencukupi. Jangan sampai kebijakan penghematan di tingkat pusat justru membuat rakyat di daerah membayar lebih mahal,” kata Winston.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.